Ada
yang berprinsip “ diam itu emas ‘’ , aku juga pernah mendengar kawanku berkata
bahwa diam itu adalah salah satu bentuk ketawadhuan seseorang.
apakah
selamanya diam itu adalah emas ? Bagaimana jika peranmu dibutuhkan dalam suatu
perkara, kamu masih mau diam saja, sekedar menonton dan memastikan bahwa
keadaannya cukup baik sehingga kamu masih saja memilih diam. Tidak, tentu ada
saatnya kita harus berbicara, mengambil peran dan memberi hal yang bermanfaat
baik dari perkataan maupun perbuatan kita. Prinsip memanglah prinsip. Akan
tetapi kita juga harus bisa menempatkan diri kita dimana saat kita harus diam
dan berbicara. Terlebih jika ada suatu perkara yang kamu tahu dan faham akan
solusinya, kamu melihat itu dan membiarkan orang lain yang tidak mengerti
menanggapi hal itu, bukankah itu menyesatkan. Ayolah bangkit! Memang segalanya
pasti menimbulkan resiko, terlebih jika kita banyak mengambil peran dalam suatu
perkara, pasti akan ada saja yang tidak suka bahkan mencela. Tapi, itu lebih
baik menurutku dibanding hanya diam saja padahal kita mampu dan kita bisa
bahkan lebih dari yang orang lain ketahui tentang kita. Jangan pernah berfikir
kamu sedang riya atau sombong ketika kamu berbicara atau menyampaikan nasihat
kepada orang lain yang sedang membutuhkan nasihatmu, jika memang itu
dibutuhkan. Tentu nasihatmu adalah
nasihat yang sangat bermanfaat bagi oranglain, penerang, bahkan pelurus
menuju jalan kebenaran. Maka dari itu tak selalu diam itu emas.
Pun jika
kamu melihat perkara yang salah, masihkah diam itu emas ? tentu saja tidak. Kau
harus menyampaikan yang benar sekalipun itu pahit.
Karena manusia tidak akan pernah menjadi baik kecuali dengan 4 perkara ( Q.S Al-Asr ) : beriman,
beramal sholeh, saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam
kesabaran. Dan bergeraklah sesungguhnya dalam
bergerak itu terdapat keberkahan. Wallahu`alam bishowab.

Mantap ka
BalasHapusTerimakasih Kaka
HapusOwh gitu
BalasHapusJangan langsung ditelan mentah2,, ditelaah lagi 😊😁
Hapus