Selasa, 15 Oktober 2019

DIAM


Ada yang berprinsip “ diam itu emas ‘’ , aku juga pernah mendengar kawanku berkata bahwa diam itu adalah salah satu bentuk ketawadhuan seseorang.
 apakah selamanya diam itu adalah emas ? Bagaimana jika peranmu dibutuhkan dalam suatu perkara, kamu masih mau diam saja, sekedar menonton dan memastikan bahwa keadaannya cukup baik sehingga kamu masih saja memilih diam. Tidak, tentu ada saatnya kita harus berbicara, mengambil peran dan memberi hal yang bermanfaat baik dari perkataan maupun perbuatan kita. Prinsip memanglah prinsip. Akan tetapi kita juga harus bisa menempatkan diri kita dimana saat kita harus diam dan berbicara. Terlebih jika ada suatu perkara yang kamu tahu dan faham akan solusinya, kamu melihat itu dan membiarkan orang lain yang tidak mengerti menanggapi hal itu, bukankah itu menyesatkan. Ayolah bangkit! Memang segalanya pasti menimbulkan resiko, terlebih jika kita banyak mengambil peran dalam suatu perkara, pasti akan ada saja yang tidak suka bahkan mencela. Tapi, itu lebih baik menurutku dibanding hanya diam saja padahal kita mampu dan kita bisa bahkan lebih dari yang orang lain ketahui tentang kita. Jangan pernah berfikir kamu sedang riya atau sombong ketika kamu berbicara atau menyampaikan nasihat kepada orang lain yang sedang membutuhkan nasihatmu, jika memang itu dibutuhkan. Tentu nasihatmu adalah  nasihat yang sangat bermanfaat bagi oranglain, penerang, bahkan pelurus menuju jalan kebenaran. Maka dari itu tak selalu diam itu emas.

Pun jika kamu melihat perkara yang salah, masihkah diam itu emas ? tentu saja tidak. Kau harus menyampaikan yang benar sekalipun itu pahit. Karena manusia tidak akan pernah menjadi baik kecuali dengan 4 perkara ( Q.S Al-Asr ) : beriman, beramal sholeh, saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran. Dan bergeraklah sesungguhnya dalam bergerak itu terdapat keberkahan. Wallahu`alam bishowab.



4 komentar: